Beliau
tinggal dan menetap di Bou yang pada
zaman dahulu merupakan pemukiman masyarakat. Olongian ini terlahir dengan
kesederhanaan beliau dan sangat di hormati oleh Masyarakat sekitar
menganggapnya sebagai Tokoh yang baik. Dilahirkan di Sojol dengan Ayah berasal
dari Tinombo dan Sojol begitu pula dengan Ibunda Orlongian Kaleolangi. Menurut Sofyan Kambay, Agama Islam yang
dianut Orlongian Kaleolangi diterima
dari leluhurnya. Maka dari itu
kepemimpinan beliau lebih berasaskan kepada Syariat Islam.
Mengenai
tutur Asal-Usul Ogoamas diceritakan bahwa karena letak Sojol sangat strategis
maka terjalinlah hubungan yang baik antara penguasa yang ada disekitar Sojol
yakni, Dampelas, Dondo, Tolitoli ,
Dampal dan beberapa daerah lainnya. Persahabatan pun terjalin dengan kesultanan
Mindanao atau Piliphina Selatan.
Persahabatan ini ditandai dengan pemberian emas kepada Sojol yang
dilakukan antara Sultan Mindanao dengan Olongian Sojol di Sungai yang nantinya
akan diberi nama Ogoamas. Kemudian Sultan tersebut memberikan bantuan lain.
Kerajaan lain yang tidak lagi diketahui
juga memberikan tanda persahabatan berupa bendera yang bertuliskan huruf arab.
Bendera itu diberi nama Bendera Zulfikar.
Pada masa pemerintahan olongian Singalam wilayah Sojol dibagi menjadi dua bagian dengan pembagiaannya sebagai berikut, Bayang Hingga Pangalasiang dengan kepala kampungnya Puo Ado yang pusat pemerintahannya di Babatona. Silempu Hingga Ogoamas dengan Kepala Kampungnya Singalam Pusat Pemerintahan di Bou.
Sumber
:
SofJan B.
Kambay, 1992, Sojol Melawan Belanda.
Palu Sulawesi Tengah. Perpusnas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar