Rabu, 08 September 2021

Olongian Kaleolangi dan Ogoamas

 

Beliau tinggal dan menetap di Bou  yang pada zaman dahulu merupakan pemukiman masyarakat. Olongian ini terlahir dengan kesederhanaan beliau dan sangat di hormati oleh Masyarakat sekitar menganggapnya sebagai Tokoh yang baik. Dilahirkan di Sojol dengan Ayah berasal dari Tinombo dan Sojol begitu pula dengan Ibunda Orlongian Kaleolangi.  Menurut Sofyan Kambay, Agama Islam yang dianut Orlongian Kaleolangi  diterima dari leluhurnya.  Maka dari itu kepemimpinan beliau lebih berasaskan kepada Syariat Islam.

Mengenai tutur Asal-Usul Ogoamas diceritakan bahwa karena letak Sojol sangat strategis maka terjalinlah hubungan yang baik antara penguasa yang ada disekitar Sojol yakni,  Dampelas, Dondo, Tolitoli , Dampal dan beberapa daerah lainnya. Persahabatan pun terjalin dengan kesultanan Mindanao atau Piliphina Selatan.  Persahabatan ini ditandai dengan pemberian emas kepada Sojol yang dilakukan antara Sultan Mindanao dengan Olongian Sojol di Sungai yang nantinya akan diberi nama Ogoamas. Kemudian Sultan tersebut memberikan bantuan lain. Kerajaan lain yang tidak  lagi diketahui juga memberikan tanda persahabatan berupa bendera yang bertuliskan huruf arab. Bendera itu diberi nama Bendera Zulfikar.

Pada masa pemerintahan olongian Singalam wilayah Sojol dibagi menjadi dua bagian dengan pembagiaannya sebagai berikut, Bayang Hingga Pangalasiang dengan kepala kampungnya Puo Ado yang pusat pemerintahannya di Babatona. Silempu Hingga Ogoamas dengan Kepala Kampungnya Singalam Pusat Pemerintahan di Bou.

Sumber :

SofJan B. Kambay, 1992, Sojol Melawan Belanda.  Palu Sulawesi Tengah. Perpusnas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Olongian Kaleolangi dan Ogoamas

  Beliau tinggal dan menetap di Bou   yang pada zaman dahulu merupakan pemukiman masyarakat. Olongian ini terlahir dengan kesederhanaan beli...